Kamis, 25 Juni 2015

PEMANFAATAN DAN TUJUAN

Bidang Pemanfaatan & Tujuan

PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan corporate untuk ditayangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau kami dihadapkan oleh 2 kemunkinan yang sering terjadi, yaitu:
·       Kami harus mengirim bahan press relase atau sejenisnya kepada wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan kita.
·       Terkadang kita terpaksa mengeluarkan uang untuk itu

Dengan E-PR Kita dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
·       Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekertaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7hari) dengan potensi target publik seluruh dunia.
·       Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan maupun yang terlibat didalamnya.


·       Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah Anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung dapat berkomunikasi secara bebas
·       Interaktif
Sangat interaktif internet membuat kita dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web kita. Dengan demkian, kami bisa tahu keinginan mereka
·       Komunikasi 2 arah
Komunikasi antara organisasi kami dan publik merupakan tujuan utama aktivitas E-PR karena dapat membantu hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
·       Hemat
PR dalam dunias fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons pasar. Pengeluaranpun lebih hemat dibanding mengeluarkan informasi lewat media seperti televisi. Murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR semakin terjangkau

Fungsi Public Relations dasarnya adalah sebagai penghubung komunikasi antara publik dengan perusahaan/organisasi, serta membangun relasi kepada khalayaknya dengan tujuan terbangunnya citra yang baik terhadap suatu perusahaan/organisasi dengan menggunakan segala media yang dianggap sesuai dengan khalayaknya dalam menyampaikan informasi atau pesan yang akan dituju. Dalam hal ini e-pr adalah satu terobosan dari dunia teknologi yang membuat media baru dalam penyebaran dan melakukan informasi secara efektif dan efisien menggunakan internet.PR harus dapat melihat karakteristik perusahaan dan karakteristik khalayak, juga pesan dan hasil yang ingin dicapai, setelah itu barulah dapat memilih yang mana yang lebih cocok dalam pelaksanaan program–program tersebut.Public Relations Konvensional atau Cyber Public Relations (e-PR).kegiatan yang dilakukan oleh E-PR dan PR Konvensional adalah sama yaitu sama-sama mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi dari suatu perusahaan kepada public, hanya saja yang membedakannya adalah sarana yang dipakai oleh E-PR dan PR konvensional.

Internet telah membuat para pelaku PR juga memanfaatkan media OnLine karena media ini sudah tidak dapat di hindarkan. Apalagi jika perusahaan anda memiliki situs web atau bahkan sudah menggunakan email. Jika keberadaan perusahaan anda sudah diekspos melalui internet, sebaiknya anda jangan tanggung-tanggung karena hal itu dapat mempengaruhi persepsi public terhadap perusahaan anda.

Itulah sebabnya  E-PR tidak bisa di elakkan. Mau tidak mau anda harus serius melakukan inisiatif E-PR dan jangan tanggung-tanggung. Dengan terjun ke Internet, perusahaan anda secara otomatis menjadi bagian dari suatu media E-PR.

Dalam dunia fisik, anda bisa menyembunyikan identitas perusahaan anda dan hanya produk anda yang dikedepankan. Namun, begitu anda menggunakan media internet, walaupun sekedar berkomunikasi lewat email-apalagi jika sudah memiliki situs web-seperti perusahaan anda, karakternya, reputasinya, dapat dilihat langsung oleh siapa pun mulai dari pelanggan, competitor, investor, wartawan, dan bahkan musuh bisnis anda.

Jadi, jika anda sudah menaruh apa pun di dunia online, baik atau buruknya reputasi anda dapat saja terjadi, apalagi jika anda tidak memaksimalkan media  online yang satu ini,



1.      MANFAAT MEDIA INTERNET BAGI PELAKU PR

PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung pada seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan korporat untuk dituangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau anda dihadapkan oleh dua (2) kemungkinan yang sering terjadi yaitu:

§  Anda harus mengirim bahwa press release atau sejenisnya kepada seorang wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan anda.
§  Terkadang anda terpaksa mengeluarkan uang untuk itu.
§  Dengan menggunakan media internet anda dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik  anda serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
§  Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekretaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7 hari) dengan potensi target publik  seluruh dunia.
§  Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan.
§  Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung berkomunikasi dengan pasar di Arab Saudi, investor di Swedia, dan mitra bisnis di California dengan biaya yang sangan minim.
§  Interaktif
Sangat interaktifnya internet membuat anda dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web anda. Dengan demikian, anda bisa tahu keinginan mereka sehingga tidak perlu lagi menebak-nebak.
§  Komunikasi dua arah
Komunikasi antara organisasi anda dan public merupakan tujuan utama aktivitas PR di media internet karena aktivitas ini akan membantu anda dalam membangun hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
§  Hemat
PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons besar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibanding pengeluaran iklan. Penggunaan media internet  tidak membutuhkan stationery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya  menjadi semakin terjangkau.
PR dengan menggunakan media internet dapat menghasilkan 3 R bagi suatu perusahaan, yaitu:
§  Relations à mampu berinteraksi dengan berbagai target audiens untuk membangun hubungan dan citra perusahaan.
§  Reputasi à aset yang paling penting dalam suatu bisnis. merupakan suatu seni dalam membangun reputasi online yang baik secara  berkesinambungan.
§  Relevansi à mengupayakan agar setiap inisiatif online  anda relevan dengan target audiens korporat anda.
PR Online ini bisa mungkin dijalankan mengingat betapa sangat tergantungnya masyarakat terutama setiap individu pada dunia maya atau internet yang telah sangat mudah hadir hanya dalam genggaman tangan. Keterjangkauannya pada semua lini yang begitu mengglobal sangat mendukung kerja PR online secara lebih mantab.
Lalu bagaimanakah sistem online PR ini bekerja? Salahsatunya bisa melalui beberapa cara seperti blog, media jaringan sosial, dan juga penerapan pada search engine.
Secara umum, memang konteks PR secara nyata mampu berjalan lebih efektif. Sebagai pelaku PR Online, kita harus tahu bagaimana cara menjalankan sistem dan teknis dalam dunia maya yang terus berkembang. Update harus selalu diikuti dan strategi harus selalu dimatangkan.
Jika semua hal-hal prinsip dalam penguasaan dunia maya ini dikuasai maka tidak akan terjadi kesulitan dalam penyampaiannya. Dalam PR Online, kita tetap bisa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan oleh PR. Misalnya, dalam penggunaan blog, kita bisa menerbitkan semua press release dan bahan-bahan untuk media dan publik di sana. Dalam jaringan sosial seperti facebook atupun twitter misalnya, kita bisa melakukan promosi tentang kita ataupun klien kita.
Dan kini disadari betul cara ini mendulang banyak hal positif dan lebih menguntungkasi. Satu hal lagi, PR Online juga memudahkan hubungan dengan para media dan awaknya. Terutama pada media-media yang menjadi pengguna internet terbesar, sangat membutuhkan informasi tertentu untuk menyajikan materi berita mereka kepada publik.
Maka bagi mereka yang sudah paham dan mengerti tentang bagaimana PR Online itu dijalankan oleh sebuah perusahaan, bukan lagi menjadi hambatan bagi media itu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

            Lalu apa perbedaan online PR dengan website perusahaan? Perbedaannya sama dengan konsep dasar PR, dimana kita sebagai PR bertugas membantu sebuah perusahaan dalam mengekspos bisnisnya ke masyarakat luas. Website sebuah perusahaan dipandang sangat berguna sebagai ujung tombak pengenalan diri dan mengenalkan karakter sebuah perusahaan tersebut. Hanya saja dengan Online PR, masyarakat juga akan mendapatkan benefit yang lebih yaitu bisa mendapatkan bahan-bahan tertentu yang mungkin tidak bisa didapatkan di website perusahaan itu sendiri. So, dengan melihat paparan di atas, maka sudah waktunya masyarakat mulai menjalankan Online PR.
Saat ini banyak praktisi PR, berbicara atas nama perusahaan atau lembaga telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR (Holtz,1999). Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan internet menjadi bagian dari budaya perusahaan. Melalui Internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen.
Teknologi telah mengubah pola komunikasi PR sebelumnya yang masih konvensional seperti komunikasi dari atas ke bawah ataupun sebaliknya, horizontal atau pola komunikasi massa, semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya internet. Dari sini lahir istilah cyber Public Relations atau e-Public Relations.
Kegiatan komunikasi yang dilakukan e-PR melalui internet, misalnya melalui e-mail, memasang iklan langsung melalui internet, dan membuat website perusahaan, sehingga komunikasi bisa langsung dilakukan dengan membuka situs dari perusahaan tersebut.
Keunggulan e-PR:
1.      Komunikasi yang terjadi konstan,dalam arti internet tidak pernah tidur dengan target audiensnya diseluruh dunia mampu bekerja 24jam non stop.
2.      Respon yang cepat, internet dapat merespon secara cepat  dengan semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dari pelanggan.
3.      Interaktif, dengan adanya internet para praktisi PR memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung website perusahaan. Sedangkan PR konvensional feedbacknya dengan cara tatap muka langsung, dan berkomunikasi langsung.
4.      Biaya hemat, dengan adanya  internet ini, praktisi PR dan perusahaan tidak harus mengeluarkan uang banyak, karena cukup dengan memberikan informasi secara jelas melalui website, semua orang bisa melihatnya. Dan juga dalam hal membuat suatu program perusahaan. Sedangkan pada  PR konvensional ketika melakukan program harus mengeluarkan biaya besar dalam sebuah perusahaan besar.
Manfaat e-PR antara lain, dapat menjalin hubungan yang baik dengan berbagai media melalui media center online, dapat membangun digital brand images, dapat digunakan sebagai sarana komunikasi mitra bisnis internasional dengan biaya yang relatif minim, hal ini tidak mudah dilakukan di PR konvensional, feedback dapat langsung diperoleh dari publik, dan dapat langsung memperoleh keinginan-keinginan publik tanpa harus menebak dan melakukan riset.
Namun masih ada hal yang menjadi hambatan bagi perkembangan e-PR itu sendiri, kadang publik membutuhkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya disbanding dunia maya yang disuguhkan seperti di intenet.
Dan menurut saya sendiri tidak sedmua publik itu mengerti bagaimana menggunakan internet, dan bahkan masih banyak sekelompok masyarakat yang kesusahan dan belum bisa menggunakan internet, jadi yang mererka butuhkan adalah semua yang bersifat manual, dan gampang untuk digunakan. Dan organisasi atau perusahaan tidak bisa mengelompokkan bahwasanya semua kriteria publik itu sama. Tidak semua tingkat pendidikan publik itu sama.
Namun kita tetap perlu untuk mempelajari teknologi , karena teknologi itu juga sama pentingnya untuk membantu dalam melakukan kerja kita. Kita harus selalu mengikuti perkembangan jaman, karena teknologi merupakan sesuatu sarana yang bisa menggantikan kerja yang tidak bisa kita kerjakan, seperti contohnya kita letih, sakit dll, maka melalui internetlah kita bisa melakukannya.
Teknologi telah membawa perubahan besar di semua aspek kehidupan manusia termasuk di dunia komunikasi.  Jika pada bab-bab sebelumnya membahas pengaruh teknologi terhadap perubahan bentuk surat kabar dari cetak ke online, mendengar radio di internet dan sebagainya, maka pada bab ini akan mengupas pengaruh teknologi dalam bidangPublic Relation (PR) dan periklanan. 
PR – Lebih Live Lewat Internet
Para praktisi hubungan masyarakat (humas) – istilah Indonesia untuk PR – dalam pekerjaannya menggunakan berbagai alat dan teknologi, mulai dari pensil dan kertas sampai PDA dan internet.  Pokoknya, menggunakan apapun yang dapat membantu mereka secara efektif dan efisien menciptakan, mengantarkan, dan melacak komunikasi para klien dan pekerja mereka.  Humas yang profesional kira-kira telah ada sejak tahun 1900-an.  Alat-alat kehumasan yang umumnya digunakan pada waktu itu adalah news release yang dicetak, pitch letters dan press kits
Perkembangan teknologi telah membuat media kehumasan semakin beragam, para praktisi humas menggunakannya untuk memperbesar kesempatan mereka dalam menjangkau lebih banyak orang secara personal, baik secara langsung ataupun tidak.

PERKEMBANGAN

D. Perkembangan
Perkembangan zaman menyebabkan teknologi komunikasi terus berkembang pesat.Banyak media yang telah digunakan untuk mendukung penyampaian pesan. Dari mulai media yang sangat tradisional, banyak yang menggunakan kentongan, bedug, angklung, wayang, api unggun ataupun calung, tetapi sekarang, di perkotaan sudah hampir tidak terlihat penggunaannya. Sedangkan yang tradisional adalah surat kabar, radio, dan televisi. Media ini masih banyak digunakan dan efektif untuk menjangkau dari berbagai kalangan.
Media yang terakhir, yang sedang naik daun dan marak digunakan adalah media kontemporer yang ditujukan untuk masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi.Media kontemporer terbagi dalam tiga bagian. Yang pertama adalah media massa online, yaitu newspaper online, magazine online, digital radio, dan digital television. Newspaper online dan magazine online adalah koran dan majalah dalam bentuk soft copy, sehingga bisa dibaca dengan praktis dan dimana saja hanya dengan sambungan internet. Sedangkan digital radio dan digital television yang juga ditujukan untuk target yang sama digunakan untuk menonton televisi dan mendengarkan radio secara streaming menggunakan komputer atau laptop melalui sambungan jaringan internet. Yang kedua adalah media non-massa online, yang terdiri dari chatting, teleconference, dan videoconference. Media ini dapat digunakan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melaui telepon atau jaringan internet dan memungkinkan penggunanya dapat saling melihat (videoconference) dan mendengar apa yang sedang dibicarakan.
Media kontemporer yang terakhir adalah social media online. Banyak riset menunjukkan bahwa dengan menggunakan media sosial bisa membantu PR membangun hubungan yang lebih kuat dengan khalayak karena sekarang banyak orang menggunakan sosial media seperti facebook dan twitter dengan frekuensi yang cukup sering. Dalam sosial media, PR bisa lebih mudah menyampaikan informasi tentang event yang dilakukan perusahaan, berkomunikasi secara langsung dengan khalayak, dan mengetahui tanggapan khalayak mengenai perusahaan tersebut.Sudah banyak hasil-hasil nyata yang didapatkan dari penggunaan sosial media untuk PR.
Media kontemporer yang bersifat online lebih populer dengan sebutan cyber PR, yaitu .pelaksanaan kegiatan PR dengan menggunakan fasilitas jaringan internet.Internet dimanfaatkan karena dapat menjangkau masyarakat luas dan di seluruh dunia, sehingga dengan adanya teknologi internet, dunia menjadi lebih sempit dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk memudahkan PR bekerja.Cyber PR yang banyak digunakan adalah e-mail, mailing list. Dengan menggunakan ketiganya, seorang Public Relations Officer diharapkan bisa menjaga hubungan yang baik dengan publik eksternal perusahaan. Selain untuk menjaga hubungan baik, e-mail bisa digunakan untuk mencari informasi, dan sarana publikasi. Sedangkan mailing list, digunakan untuk publikasi sesuai dengan target perusahaan dengan cara memasukan sebuah artikel berisi press release menenai perusahaan. Dengan begitu, para anggota milis akan mendapatkan seluruh informasi dengan mudah.
Kehadiran teknologi komputer dan teknologi komunikasi khususnya selalu mengiringi perkembangan sejarah PR. Hingga muncul teknologi Web 2.0, dengan segala kelebihannya, menjadikan tugas dan fungsi humas menjadi lebih efektif dan meluas. terutama sekali ditunjang oleh berbagai perangkat seperti email, kartu nama elektonik,autoresponder, dan juga direct mail dan masih banyak lagi seperti blog, media sosial, dll.
Sejumlah perangkat tersebut diatas merupakan sarana yang efektif untuk membangun dan meruntuhkan reputasi. Email sebagai alat komunikasi untuk membangun komunitas online, menjual produk, dan menyediakan pelayanan konsumen yang baik. Melalui media sosial, humas bisa langsung mendapatkan respon atau umpan balik dari komunikasi yang dilakukan atau disampaikan kepada publiknya, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih signifikan.
Dengan teknologi yang canggih seperti ini, PR diharapkan dapat membuat image perusaan menjadi lebih kuat.PR tidak hanya berperan untuk publik eksternal saja, tetapi juga untuk membangun komunikasi antara manajemen dengan karyawan perusahaan.

SEJARAH

C.SEJARAH

Sejarah Pubic Relations
Kita sering mendengar bahwa PR merupakan satu bidang baru yang muncul beberapa tahun yang lalu, sejak berakhirnya perang dunia kedua pada permulaan abad ke-20.Makna PR itu terkesan relative, karena itu banyak orang yang mencoba menafsirkannya sendiri sehingga sering menimbulkan salah pengertian.
Upaya untuk membuat segala sesuatu untuk lebih menyenangkan itu sendiri tidak selamanya dapat dilaksanakan, sebagai contoh, rasanya sulit bagi seorang pekerja dan pemilik perusahaan untuk menemukan suatu aspek yang menyenangkan dari terjadinya pemogokan masal di perusahaan PT. KAI .pemogokan itu di tinjau dari beberapa segi dan merupakan sebuah musibah yang tidak menyenangkan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.
Kita sebagai PR dituntut untuk menjelaskan sebab musabab terjadinya musibah yang tidak menyenangkan itu dengan hati yang dingin kepada orang lain. Dengan demikian PR adalah bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial baik sekotar public maupun sector private.

Sejarah Cyber Communication
Jika mendengar kata “Komunikasi” atau “Teknologi” rasanya itu adalah kedua hal yang tidak akan ada habisnya untuk diperbincangkan. Tapi cukup penting untuk kita mengetahui sejarah mengenai kedua hal yang sangat melekat pada diri kita dan sangat mempengaruhi kehidupan sehari – hari kita.
Dilihat dari permulaan munculnya teknologi informasi dan komunikasi, mungkin kita dapat kembali melihat di pertengahan abad ke 18, dimana Antonio Santi Giuseppe Meucci melakukan beberapa percobaan dan penelitian untuk menciptakan satu alat komunikasi untuk bertukar pesan dan informasi antara dua orang melalui alat yang kita sebut ‘telepon’, yang akhirnya baru dapat dipatenkan pada tahun 1871. Tapi pada umumnya kita lebih mengenal Alexander Graham Bell sebagai penemu alat komunikasi tersebut, karena pada tahun 1875 perusahaan telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas hasil penemuan Meucci yang disebut Transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Penemuan ini terus berkembang sampai ke daratan Amerika, dimana dibuatnya jaringan komunikasi melalui kabel, bahkan sampai ke trans-atlantik.
Sejak tahun 1910, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM.Lalu di tahun 1940an, alat – alat komunikasi tersebut berkembang melalui siaran audio visual tanpa kabel, melalui alat yang biasa disebut dengan ‘televisi’.Konrad Zuse seorang insinyur yang berasal dari Jerman berhasil membuat sebuah komputer Z3 pada tahun 1941 untuk kebutuhan pesawat terbang. Awal tahun 1960-an, mulai bermunculan komputer yang sukses dibidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan, Dan seorang insinyur di Texas Instrument mengembangkan sirkuit terintegrasi, dimana memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer atau yang biasa lebih dikenal dengan singkatan PC.
Pada tahun 1969 terbentuk sebuah jaringan komputer yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan melalui saluran telepon dengan media yang bukan telpon itu sendiri melainkan Personal Computer. ARPANET kemudian merancang sebuah jaringan dengan kehandalan teknologi informasi yang dapat memindahkan data dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, dan ditetapkan sebagai sebuah standar pembangunan protokol baru yang saat ini dikenal TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan disinilah awal dari segala sejarah internet yang dikenal luas sampai saat ini. Khususnya di Indonesia, Internet baru masuk pada awal tahun 1990-an.


Muhammad Ihsan selaku staff di LAPAN Ranca Bungur mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm dan 2m dimana Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada diBPPT di tahun 1993-1998. Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan lainnya.
Di tahun – tahun tersebut, banyak orang yang hanya bisa melakukan mailing list dan e-mail untuk berkomunikasi dan belum ada jejaring sosial yang banyak beredar seperti saat sekarang ini. Namun lama kelamaan, Internet di Indonesia sendiri pun makin berkembang seiring berkembangnya teknologi di dunia. Jika dibandingkan dengan negara – negara berkembang lainnya apalagi dengan negara – negara maju, jaringan Internet di Indonesia masih cukup tertinggal, karena masih kurang luasnya daerah – daerah yang mendapatkan signal untuk internet, pembayaran untuk internet pun masih cukup tinggi.
Sedangkan jika kita liat negara-negara lainnya, jaringan internet mereka sudah lebih mudah dijumpai, dan biaya yang dikenakan masih terjangkau, bahkan ada beberapa negara maju yang tidak meminta pembayaran untuk jaringan internet itu.Kecepatan saat kita gunakan juga jauh lebih cepat. Tapi Indonesia sedang dalam proses perkembangannya. Sebentar lagi target untuk memiliki jaringan seperti itu juga akan dicapai oleh Indonesia. Teknologi Cyber Kehadiran telepon seluler alias handphone dalam kehidupan kita merupakan suatu lompatan besar dalam sejarah komunikasi manusia.Teknologi seluler adalah teknologi komunikasi yang paling modern dan paling menjanjikan baik dari segi kualitas, efisiensi dan ekonomi.



     

LATAR BELAKANG


Bab 1.

    A.  PENDAHULUAN

Dengan bangkitnya pamor PR di Indonesia, terlebih dengan kekuatannya bertambah jika dipadukan dengan kekuatan PR di media online.Internet dan komunikasi teknologi merupakan media yg bisa membuat seluruh dunia tersambung, sehingga bisa mendatangkan dampak sekaligus manfaat.
Hal ini terbukti dari cukup banyaknya perusahaan yg memiliki informasi yang ditaruh pada situs web nya, media internet semua tidak dirancang sebagai kepentingan komersial namun sebagai alat komunikasi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan informasi.
Oleh karena itu kunci keberhasilan dari bisnis online maupun offline adalah perlunya memiliki perspektif cyber Public Relations yg akan membangun reputasi dengan mengkomunikasikan informasi dengan mendengarkan permintaan pelanggan lewat media internet.
Selain itu melalui penggunaan internet PR dapat memiliki peranan yg lebih besar dibandingkan yang lain, oleh karena itu setiap aspek aktifitas online suatu lembaga sebenarnya memiliki kekuatan untuk mempengauhi hubungannya dengan public, dan semuanya harus berjalan dengan maksimal.

   B.    Latar Belakang

Era global yang sekarang ini sudah semakin berkembang, tidak hanya teknologi saja yang semakin hari semakin canggih, tetapi beberapa perusahaan/organisasipun tidak luput dari perkembangan zaman ini. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi segala hal, termasuk perkembangan perusahaan/organisasi, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti, dengan teknologi on-line yang melalui internet, tanpa harus bertemu dengan jarak beribu-ribu mil pun kita dapat berkomunikasi. Untuk itu, banyak perusahaan/organisasi yang sudah menggunakan teknologi tersebut seperti membuat e-mail, website bahkan yang terbaru saat ini adalah metode yang menggunakan internet sebagai fungsi untuk mempermudah kegiatan yaitu di dunia Public Relation atau sering disebut PR menggunakan e-PR atau “e” disini di artikan electronic.Dalam paper ini, yang akan dibahas secara khusus adalah e-PR. Sekilas yang kita tahu e-PR adalah sebuah perusahaan/organisasi kemasyarakatan atau yang berhubungan dengan publik yang cara kerjanya menggunakan media elektronik atau on-line atau cyber. Namun banyak yang belum mengerti dengan benar apa yang dimaksud dan apa fungsi dari itu semua. Untuk itu dibagian pembahasan akan dijelaskan apa itu e-PR dan apa fungsinya.Selain e-PR, ada pula istilah mengenai PR konvensional, apa itu PR konvensional, mungkin orang hanya mengira bahwa PR konvensional adalah metode yang lebih baru dari e-PR tadi, menganggap PR konvensional cara kerjanya lebih dari praktis, dan mungkin juga menganggap bahwa PR konvensional lebih unggul dibanding e-PR. Baik e-PR maupun PR konvensional, keduanya mempunyai kekurangan serta kelebihan masing-masing, dan yang lebih selalu bisa menutupi kekurang tersebut. Artinya bahwa keduanya bisa saling melengkapi. Baiklah, agar kita tidak terlalu banyak menimbulkan rasa penasaran, berikut ini akan dijelaskan satu persatu dan keterkaitan keduanya, serta mencari kekurangan dan kelebihannya.


   C.   SEJARAH

Sejarah Pubic Relations
Kita sering mendengar bahwa PR merupakan satu bidang baru yang muncul beberapa tahun yang lalu, sejak berakhirnya perang dunia kedua pada permulaan abad ke-20.Makna PR itu terkesan relative, karena itu banyak orang yang mencoba menafsirkannya sendiri sehingga sering menimbulkan salah pengertian.
Upaya untuk membuat segala sesuatu untuk lebih menyenangkan itu sendiri tidak selamanya dapat dilaksanakan, sebagai contoh, rasanya sulit bagi seorang pekerja dan pemilik perusahaan untuk menemukan suatu aspek yang menyenangkan dari terjadinya pemogokan masal di perusahaan PT. KAI .pemogokan itu di tinjau dari beberapa segi dan merupakan sebuah musibah yang tidak menyenangkan bagi berbagai pihak yang berkepentingan.
Kita sebagai PR dituntut untuk menjelaskan sebab musabab terjadinya musibah yang tidak menyenangkan itu dengan hati yang dingin kepada orang lain. Dengan demikian PR adalah bentuk komunikasi yang berlaku terhadap semua jenis organisasi baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial baik sekotar public maupun sector private.

Sejarah Cyber Communication
Jika mendengar kata “Komunikasi” atau “Teknologi” rasanya itu adalah kedua hal yang tidak akan ada habisnya untuk diperbincangkan. Tapi cukup penting untuk kita mengetahui sejarah mengenai kedua hal yang sangat melekat pada diri kita dan sangat mempengaruhi kehidupan sehari – hari kita.
Dilihat dari permulaan munculnya teknologi informasi dan komunikasi, mungkin kita dapat kembali melihat di pertengahan abad ke 18, dimana Antonio Santi Giuseppe Meucci melakukan beberapa percobaan dan penelitian untuk menciptakan satu alat komunikasi untuk bertukar pesan dan informasi antara dua orang melalui alat yang kita sebut ‘telepon’, yang akhirnya baru dapat dipatenkan pada tahun 1871. Tapi pada umumnya kita lebih mengenal Alexander Graham Bell sebagai penemu alat komunikasi tersebut, karena pada tahun 1875 perusahaan telekomunikasi The Bell mendapatkan hak paten atas hasil penemuan Meucci yang disebut Transmitters and Receivers for Electric Telegraphs. Penemuan ini terus berkembang sampai ke daratan Amerika, dimana dibuatnya jaringan komunikasi melalui kabel, bahkan sampai ke trans-atlantik.
Sejak tahun 1910, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM.Lalu di tahun 1940an, alat – alat komunikasi tersebut berkembang melalui siaran audio visual tanpa kabel, melalui alat yang biasa disebut dengan ‘televisi’.Konrad Zuse seorang insinyur yang berasal dari Jerman berhasil membuat sebuah komputer Z3 pada tahun 1941 untuk kebutuhan pesawat terbang. Awal tahun 1960-an, mulai bermunculan komputer yang sukses dibidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan, Dan seorang insinyur di Texas Instrument mengembangkan sirkuit terintegrasi, dimana memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer atau yang biasa lebih dikenal dengan singkatan PC.
Pada tahun 1969 terbentuk sebuah jaringan komputer yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).Komunikasi jarak jauh dapat dilakukan melalui saluran telepon dengan media yang bukan telpon itu sendiri melainkan Personal Computer. ARPANET kemudian merancang sebuah jaringan dengan kehandalan teknologi informasi yang dapat memindahkan data dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, dan ditetapkan sebagai sebuah standar pembangunan protokol baru yang saat ini dikenal TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan disinilah awal dari segala sejarah internet yang dikenal luas sampai saat ini. Khususnya di Indonesia, Internet baru masuk pada awal tahun 1990-an.


Muhammad Ihsan selaku staff di LAPAN Ranca Bungur mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm dan 2m dimana Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada diBPPT di tahun 1993-1998. Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan lainnya.
Di tahun – tahun tersebut, banyak orang yang hanya bisa melakukan mailing list dan e-mail untuk berkomunikasi dan belum ada jejaring sosial yang banyak beredar seperti saat sekarang ini. Namun lama kelamaan, Internet di Indonesia sendiri pun makin berkembang seiring berkembangnya teknologi di dunia. Jika dibandingkan dengan negara – negara berkembang lainnya apalagi dengan negara – negara maju, jaringan Internet di Indonesia masih cukup tertinggal, karena masih kurang luasnya daerah – daerah yang mendapatkan signal untuk internet, pembayaran untuk internet pun masih cukup tinggi.
Sedangkan jika kita liat negara-negara lainnya, jaringan internet mereka sudah lebih mudah dijumpai, dan biaya yang dikenakan masih terjangkau, bahkan ada beberapa negara maju yang tidak meminta pembayaran untuk jaringan internet itu.Kecepatan saat kita gunakan juga jauh lebih cepat. Tapi Indonesia sedang dalam proses perkembangannya. Sebentar lagi target untuk memiliki jaringan seperti itu juga akan dicapai oleh Indonesia. Teknologi Cyber Kehadiran telepon seluler alias handphone dalam kehidupan kita merupakan suatu lompatan besar dalam sejarah komunikasi manusia.Teknologi seluler adalah teknologi komunikasi yang paling modern dan paling menjanjikan baik dari segi kualitas, efisiensi dan ekonomi.



     D.  Perkembangan
Perkembangan zaman menyebabkan teknologi komunikasi terus berkembang pesat.Banyak media yang telah digunakan untuk mendukung penyampaian pesan. Dari mulai media yang sangat tradisional, banyak yang menggunakan kentongan, bedug, angklung, wayang, api unggun ataupun calung, tetapi sekarang, di perkotaan sudah hampir tidak terlihat penggunaannya. Sedangkan yang tradisional adalah surat kabar, radio, dan televisi. Media ini masih banyak digunakan dan efektif untuk menjangkau dari berbagai kalangan.
Media yang terakhir, yang sedang naik daun dan marak digunakan adalah media kontemporer yang ditujukan untuk masyarakat yang mempunyai mobilitas tinggi.Media kontemporer terbagi dalam tiga bagian. Yang pertama adalah media massa online, yaitu newspaper online, magazine online, digital radio, dan digital television. Newspaper online dan magazine online adalah koran dan majalah dalam bentuk soft copy, sehingga bisa dibaca dengan praktis dan dimana saja hanya dengan sambungan internet. Sedangkan digital radio dan digital television yang juga ditujukan untuk target yang sama digunakan untuk menonton televisi dan mendengarkan radio secara streaming menggunakan komputer atau laptop melalui sambungan jaringan internet. Yang kedua adalah media non-massa online, yang terdiri dari chatting, teleconference, dan videoconference. Media ini dapat digunakan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melaui telepon atau jaringan internet dan memungkinkan penggunanya dapat saling melihat (videoconference) dan mendengar apa yang sedang dibicarakan.
Media kontemporer yang terakhir adalah social media online. Banyak riset menunjukkan bahwa dengan menggunakan media sosial bisa membantu PR membangun hubungan yang lebih kuat dengan khalayak karena sekarang banyak orang menggunakan sosial media seperti facebook dan twitter dengan frekuensi yang cukup sering. Dalam sosial media, PR bisa lebih mudah menyampaikan informasi tentang event yang dilakukan perusahaan, berkomunikasi secara langsung dengan khalayak, dan mengetahui tanggapan khalayak mengenai perusahaan tersebut.Sudah banyak hasil-hasil nyata yang didapatkan dari penggunaan sosial media untuk PR.
Media kontemporer yang bersifat online lebih populer dengan sebutan cyber PR, yaitu .pelaksanaan kegiatan PR dengan menggunakan fasilitas jaringan internet.Internet dimanfaatkan karena dapat menjangkau masyarakat luas dan di seluruh dunia, sehingga dengan adanya teknologi internet, dunia menjadi lebih sempit dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk memudahkan PR bekerja.Cyber PR yang banyak digunakan adalah e-mail, mailing list. Dengan menggunakan ketiganya, seorang Public Relations Officer diharapkan bisa menjaga hubungan yang baik dengan publik eksternal perusahaan. Selain untuk menjaga hubungan baik, e-mail bisa digunakan untuk mencari informasi, dan sarana publikasi. Sedangkan mailing list, digunakan untuk publikasi sesuai dengan target perusahaan dengan cara memasukan sebuah artikel berisi press release menenai perusahaan. Dengan begitu, para anggota milis akan mendapatkan seluruh informasi dengan mudah.
Kehadiran teknologi komputer dan teknologi komunikasi khususnya selalu mengiringi perkembangan sejarah PR. Hingga muncul teknologi Web 2.0, dengan segala kelebihannya, menjadikan tugas dan fungsi humas menjadi lebih efektif dan meluas. terutama sekali ditunjang oleh berbagai perangkat seperti email, kartu nama elektonik,autoresponder, dan juga direct mail dan masih banyak lagi seperti blog, media sosial, dll.
Sejumlah perangkat tersebut diatas merupakan sarana yang efektif untuk membangun dan meruntuhkan reputasi. Email sebagai alat komunikasi untuk membangun komunitas online, menjual produk, dan menyediakan pelayanan konsumen yang baik. Melalui media sosial, humas bisa langsung mendapatkan respon atau umpan balik dari komunikasi yang dilakukan atau disampaikan kepada publiknya, sehingga terjalin komunikasi dua arah yang lebih signifikan.
Dengan teknologi yang canggih seperti ini, PR diharapkan dapat membuat image perusaan menjadi lebih kuat.PR tidak hanya berperan untuk publik eksternal saja, tetapi juga untuk membangun komunikasi antara manajemen dengan karyawan perusahaan.


BAB II

Bidang Pemanfaatan & Tujuan

PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan corporate untuk ditayangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau kami dihadapkan oleh 2 kemunkinan yang sering terjadi, yaitu:
·       Kami harus mengirim bahan press relase atau sejenisnya kepada wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan kita.
·       Terkadang kita terpaksa mengeluarkan uang untuk itu

Dengan E-PR Kita dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
·       Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekertaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7hari) dengan potensi target publik seluruh dunia.
·       Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan maupun yang terlibat didalamnya.


·       Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah Anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung dapat berkomunikasi secara bebas
·       Interaktif
Sangat interaktif internet membuat kita dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web kita. Dengan demkian, kami bisa tahu keinginan mereka
·       Komunikasi 2 arah
Komunikasi antara organisasi kami dan publik merupakan tujuan utama aktivitas E-PR karena dapat membantu hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
·       Hemat
PR dalam dunias fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons pasar. Pengeluaranpun lebih hemat dibanding mengeluarkan informasi lewat media seperti televisi. Murahnya biaya internet akan membuat biaya E-PR semakin terjangkau

Fungsi Public Relations dasarnya adalah sebagai penghubung komunikasi antara publik dengan perusahaan/organisasi, serta membangun relasi kepada khalayaknya dengan tujuan terbangunnya citra yang baik terhadap suatu perusahaan/organisasi dengan menggunakan segala media yang dianggap sesuai dengan khalayaknya dalam menyampaikan informasi atau pesan yang akan dituju. Dalam hal ini e-pr adalah satu terobosan dari dunia teknologi yang membuat media baru dalam penyebaran dan melakukan informasi secara efektif dan efisien menggunakan internet.PR harus dapat melihat karakteristik perusahaan dan karakteristik khalayak, juga pesan dan hasil yang ingin dicapai, setelah itu barulah dapat memilih yang mana yang lebih cocok dalam pelaksanaan program–program tersebut.Public Relations Konvensional atau Cyber Public Relations (e-PR).kegiatan yang dilakukan oleh E-PR dan PR Konvensional adalah sama yaitu sama-sama mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi dari suatu perusahaan kepada public, hanya saja yang membedakannya adalah sarana yang dipakai oleh E-PR dan PR konvensional.

Bab III


Internet telah membuat para pelaku PR juga memanfaatkan media OnLine karena media ini sudah tidak dapat di hindarkan. Apalagi jika perusahaan anda memiliki situs web atau bahkan sudah menggunakan email. Jika keberadaan perusahaan anda sudah diekspos melalui internet, sebaiknya anda jangan tanggung-tanggung karena hal itu dapat mempengaruhi persepsi public terhadap perusahaan anda.

Itulah sebabnya  E-PR tidak bisa di elakkan. Mau tidak mau anda harus serius melakukan inisiatif E-PR dan jangan tanggung-tanggung. Dengan terjun ke Internet, perusahaan anda secara otomatis menjadi bagian dari suatu media E-PR.

Dalam dunia fisik, anda bisa menyembunyikan identitas perusahaan anda dan hanya produk anda yang dikedepankan. Namun, begitu anda menggunakan media internet, walaupun sekedar berkomunikasi lewat email-apalagi jika sudah memiliki situs web-seperti perusahaan anda, karakternya, reputasinya, dapat dilihat langsung oleh siapa pun mulai dari pelanggan, competitor, investor, wartawan, dan bahkan musuh bisnis anda.

Jadi, jika anda sudah menaruh apa pun di dunia online, baik atau buruknya reputasi anda dapat saja terjadi, apalagi jika anda tidak memaksimalkan media  online yang satu ini,



1.      MANFAAT MEDIA INTERNET BAGI PELAKU PR
PR melalui media internet memiliki peranan yang lebih besar dan luas dibandingkan dengan PR di dunia fisik. Jika PR offline, anda akan bergantung pada seorang perantara yang disebut reporter atau wartawan atau editor dalam menyampaikan pesan-pesan korporat untuk dituangkan di media cetak demi membangun citra perusahaan. Dalam hal ini mau tidak mau anda dihadapkan oleh dua (2) kemungkinan yang sering terjadi yaitu:
§  Anda harus mengirim bahwa press release atau sejenisnya kepada seorang wartawan, dengan harapan mereka berminat pada tulisan anda.
§  Terkadang anda terpaksa mengeluarkan uang untuk itu.
§  Dengan menggunakan media internet anda dapat melewati batas penghalang ini dan langsung menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada target publik  anda serta memanfaatkan potensi-potensi besar lainnya, seperti:
§  Komunikasi konstan
Internet bagaikan satpam atau sekretaris yang tidak pernah tidur selama 24/7 (24 jam x 7 hari) dengan potensi target publik  seluruh dunia.
§  Respons yang cepat
Internet memungkinkan anda merespons secara cepat dan serta-merta semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dan pelanggan.
§  Pasar global
Internet telah menutup jurang pemisah geografis (kecuali psikologis) setelah anda terhubung ke dunia online. Anda dapat langsung berkomunikasi dengan pasar di Arab Saudi, investor di Swedia, dan mitra bisnis di California dengan biaya yang sangan minim.
§  Interaktif
Sangat interaktifnya internet membuat anda dapat memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung situs web anda. Dengan demikian, anda bisa tahu keinginan mereka sehingga tidak perlu lagi menebak-nebak.
§  Komunikasi dua arah
Komunikasi antara organisasi anda dan public merupakan tujuan utama aktivitas PR di media internet karena aktivitas ini akan membantu anda dalam membangun hubungan yang kuat dan saling bermanfaat yang tidak dapat dilakukan langsung oleh media offline.
§  Hemat
PR dalam dunia fisik dianggap lebih dapat mempengaruhi tanggapan dan respons besar. Pengeluarannya pun lebih hemat dibanding pengeluaran iklan. Penggunaan media internet  tidak membutuhkan stationery atau biaya cetak. Semakin murahnya biaya internet akan membuat biaya  menjadi semakin terjangkau.
PR dengan menggunakan media internet dapat menghasilkan 3 R bagi suatu perusahaan, yaitu:
§  Relations à mampu berinteraksi dengan berbagai target audiens untuk membangun hubungan dan citra perusahaan.
§  Reputasi à aset yang paling penting dalam suatu bisnis. merupakan suatu seni dalam membangun reputasi online yang baik secara  berkesinambungan.
§  Relevansi à mengupayakan agar setiap inisiatif online  anda relevan dengan target audiens korporat anda.
PR Online ini bisa mungkin dijalankan mengingat betapa sangat tergantungnya masyarakat terutama setiap individu pada dunia maya atau internet yang telah sangat mudah hadir hanya dalam genggaman tangan. Keterjangkauannya pada semua lini yang begitu mengglobal sangat mendukung kerja PR online secara lebih mantab.
Lalu bagaimanakah sistem online PR ini bekerja? Salahsatunya bisa melalui beberapa cara seperti blog, media jaringan sosial, dan juga penerapan pada search engine.
Secara umum, memang konteks PR secara nyata mampu berjalan lebih efektif. Sebagai pelaku PR Online, kita harus tahu bagaimana cara menjalankan sistem dan teknis dalam dunia maya yang terus berkembang. Update harus selalu diikuti dan strategi harus selalu dimatangkan.
Jika semua hal-hal prinsip dalam penguasaan dunia maya ini dikuasai maka tidak akan terjadi kesulitan dalam penyampaiannya. Dalam PR Online, kita tetap bisa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan oleh PR. Misalnya, dalam penggunaan blog, kita bisa menerbitkan semua press release dan bahan-bahan untuk media dan publik di sana. Dalam jaringan sosial seperti facebook atupun twitter misalnya, kita bisa melakukan promosi tentang kita ataupun klien kita.
Dan kini disadari betul cara ini mendulang banyak hal positif dan lebih menguntungkasi. Satu hal lagi, PR Online juga memudahkan hubungan dengan para media dan awaknya. Terutama pada media-media yang menjadi pengguna internet terbesar, sangat membutuhkan informasi tertentu untuk menyajikan materi berita mereka kepada publik.
Maka bagi mereka yang sudah paham dan mengerti tentang bagaimana PR Online itu dijalankan oleh sebuah perusahaan, bukan lagi menjadi hambatan bagi media itu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

            Lalu apa perbedaan online PR dengan website perusahaan? Perbedaannya sama dengan konsep dasar PR, dimana kita sebagai PR bertugas membantu sebuah perusahaan dalam mengekspos bisnisnya ke masyarakat luas. Website sebuah perusahaan dipandang sangat berguna sebagai ujung tombak pengenalan diri dan mengenalkan karakter sebuah perusahaan tersebut. Hanya saja dengan Online PR, masyarakat juga akan mendapatkan benefit yang lebih yaitu bisa mendapatkan bahan-bahan tertentu yang mungkin tidak bisa didapatkan di website perusahaan itu sendiri. So, dengan melihat paparan di atas, maka sudah waktunya masyarakat mulai menjalankan Online PR.
Saat ini banyak praktisi PR, berbicara atas nama perusahaan atau lembaga telah mempertimbangkan penggunaan internet sebagai salah satu strategi komunikasi PR (Holtz,1999). Mereka tidak punya pilihan lain dan menjadikan internet menjadi bagian dari budaya perusahaan. Melalui Internet ini pula setiap individu bisa menjadi penerbit, konsumen atau melakukan kampanye untuk mempengaruhi perilaku konsumen.
Teknologi telah mengubah pola komunikasi PR sebelumnya yang masih konvensional seperti komunikasi dari atas ke bawah ataupun sebaliknya, horizontal atau pola komunikasi massa, semua itu telah mereka tinggalkan dengan pola yang lebih aktual setelah lahirnya internet. Dari sini lahir istilah cyber Public Relations atau e-Public Relations.
Kegiatan komunikasi yang dilakukan e-PR melalui internet, misalnya melalui e-mail, memasang iklan langsung melalui internet, dan membuat website perusahaan, sehingga komunikasi bisa langsung dilakukan dengan membuka situs dari perusahaan tersebut.
Keunggulan e-PR:
1.      Komunikasi yang terjadi konstan,dalam arti internet tidak pernah tidur dengan target audiensnya diseluruh dunia mampu bekerja 24jam non stop.
2.      Respon yang cepat, internet dapat merespon secara cepat  dengan semua permasalahan dan pertanyaan dari para prospek dari pelanggan.
3.      Interaktif, dengan adanya internet para praktisi PR memperoleh feedback dari pelanggan atau pengunjung website perusahaan. Sedangkan PR konvensional feedbacknya dengan cara tatap muka langsung, dan berkomunikasi langsung.
4.      Biaya hemat, dengan adanya  internet ini, praktisi PR dan perusahaan tidak harus mengeluarkan uang banyak, karena cukup dengan memberikan informasi secara jelas melalui website, semua orang bisa melihatnya. Dan juga dalam hal membuat suatu program perusahaan. Sedangkan pada  PR konvensional ketika melakukan program harus mengeluarkan biaya besar dalam sebuah perusahaan besar.
Manfaat e-PR antara lain, dapat menjalin hubungan yang baik dengan berbagai media melalui media center online, dapat membangun digital brand images, dapat digunakan sebagai sarana komunikasi mitra bisnis internasional dengan biaya yang relatif minim, hal ini tidak mudah dilakukan di PR konvensional, feedback dapat langsung diperoleh dari publik, dan dapat langsung memperoleh keinginan-keinginan publik tanpa harus menebak dan melakukan riset.
Namun masih ada hal yang menjadi hambatan bagi perkembangan e-PR itu sendiri, kadang publik membutuhkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya disbanding dunia maya yang disuguhkan seperti di intenet.
Dan menurut saya sendiri tidak sedmua publik itu mengerti bagaimana menggunakan internet, dan bahkan masih banyak sekelompok masyarakat yang kesusahan dan belum bisa menggunakan internet, jadi yang mererka butuhkan adalah semua yang bersifat manual, dan gampang untuk digunakan. Dan organisasi atau perusahaan tidak bisa mengelompokkan bahwasanya semua kriteria publik itu sama. Tidak semua tingkat pendidikan publik itu sama.
Namun kita tetap perlu untuk mempelajari teknologi , karena teknologi itu juga sama pentingnya untuk membantu dalam melakukan kerja kita. Kita harus selalu mengikuti perkembangan jaman, karena teknologi merupakan sesuatu sarana yang bisa menggantikan kerja yang tidak bisa kita kerjakan, seperti contohnya kita letih, sakit dll, maka melalui internetlah kita bisa melakukannya.
Teknologi telah membawa perubahan besar di semua aspek kehidupan manusia termasuk di dunia komunikasi.  Jika pada bab-bab sebelumnya membahas pengaruh teknologi terhadap perubahan bentuk surat kabar dari cetak ke online, mendengar radio di internet dan sebagainya, maka pada bab ini akan mengupas pengaruh teknologi dalam bidangPublic Relation (PR) dan periklanan. 
PR – Lebih Live Lewat Internet
Para praktisi hubungan masyarakat (humas) – istilah Indonesia untuk PR – dalam pekerjaannya menggunakan berbagai alat dan teknologi, mulai dari pensil dan kertas sampai PDA dan internet.  Pokoknya, menggunakan apapun yang dapat membantu mereka secara efektif dan efisien menciptakan, mengantarkan, dan melacak komunikasi para klien dan pekerja mereka.  Humas yang profesional kira-kira telah ada sejak tahun 1900-an.  Alat-alat kehumasan yang umumnya digunakan pada waktu itu adalah news release yang dicetak, pitch letters dan press kits
Perkembangan teknologi telah membuat media kehumasan semakin beragam, para praktisi humas menggunakannya untuk memperbesar kesempatan mereka dalam menjangkau lebih banyak orang secara personal, baik secara langsung ataupun tidak.  Contohnya adalah media-media humas berikut ini:
  • Video News Release (VNR), adalah berita televisi siap siar yang menyediakan program berita bebas biaya untuk digunakan selama siaran berita.  Bentuk ini paling sering digunakan untuk cerita dan/atau berita seputar kesehatan, pelanggan, teknologi, perjalanan dan bisnis.  Walaupun biaya pembuatannya mahal ($20.000-$30.000), publisitas VNR, baik dalam pasar kecil, sedang atau besar, biasanya sangat ektensif.  VNR biasanya tidak lebih dari 90 detik sampai 2 menit, termasuk di dalamnya ada voice over dan soundbite.  VNR didistribusikan melalui satelit, rekaman dan internet.  Dengan adanya teknologi streaming video, VNR dapat ditempatkan di situs perusahaan atau organisasi. 
  • Webcast adalah suatu bentuk produksi penyiaran yang memasukkan audio dan video.  Biasanya digunakan untuk mengantarkan konferensi pers atau even lain secara langsung di layar komputer khalayak yang dituju.  Walaupun begitu, webcast tetap menjadi pendukung dalam VNR dan SMT, tetapi dampak dan kegunaanya bertambah seiring dengan perkembangan internet sebgai sumber berita dan informasi yang utama.
  • Satellite Media Tour (SMT), membuat juru bicara Anda dapat diwawancarai secara langsung di 15-25 stasiun televisi di suatu Negara selama tiga sampai empat periode.  Dengan SMT, selebriti atau juru bicara perusahaan menghabiskan sedikit waktu di dalam studio siaran atau lokasi dimana Ia diwawancarai oleh pembaca berita sementara acara wawancara itu disiarkan secara langsung kepada para pendengar. 
  • E-SMT, satellite media tour melalui internet, hanya berhubungan sedikit dengan satelit dan sebaliknya sangat berkaitan dengan internet.  Dengan E-SMT, klien para praktisi PR dapat berpatisipasi dalam konferensi pers dengan melihat perkembangan acara secara langsung melalui internet dan juga dapat mengirim pertanyaan, sebelum, selama atau sesudah acara. 
  • Interactive News Release dikirim lewat email atau website untuk dilihat oleh khalayak baik secara umum (tidak perlu log in) atau hanya mereka yang mempunyai password.  Berisi 5W dan 1H serta hotlinks yang membawa khalayak ke informasi lain yang juga berhubungan, seperti brosur, foto dll. 
  • Electronic Press Kit (E-Kits) adalah email atau versi internet dari press kityang dicetak, namun E-kit juga dilengkap dengan fitur-fitur internet yang interaktif.  Juga diproduksi dalam bentuk CD-ROM.  Desainnya bermacam-macam dan terdapat dalam berbagai format mulai dari foto sampai Power Point
  • Blog atau Web Log, menyebarkan berita, rumor, serangan dan opini sangat cepat sehingga terkadang para praktisi PR tidak dapat bereaksi terhadap hal ini.  Oleh karena itu, beberapa para praktisi PR berusaha mengawasi blog-blog yang menurut mereka memberikan ancaman bagi perusahaan atau kliennya.
  • Online Advocacy Systems seperti ARENA dari Legislative Demographic Services, membuat organisasi dapat mengorganisir dan mengatur kampanyeonline yang menyatukan para pekerja, investor, konsumen dan para pemangku kepentingan lain dalam mempromosikan keinginannya. 
  • Online Media Database, berisi ribuan informasi tentang reporter dan editor di Amerika Serikat dan seluruh dunia.  Database dapat digunakan untuk mengakses informasi individual seperti alamat dan nomor telepon.  Jurnalis dapat menggunakan databes ini untuk melengkapi pemberitaannya.
  • Online Tracking and Monitoring Systems membantu praktisi PR mengikuti jejak media, kompetitor, konsumen dan orang lain yang mengatakan sesuatu tentang pekerja atau kliennya.  Contohnya CyberAlert yang memonitor cakupan media di seluruh situs yang ada di internet 
Email menjadi alat favorit yang digunakan para praktisi PR.  Inovasi Email sepertiInternet Messenger (IM) membuat para praktisi PR dapat berkomunikasi dengan media dan khalayak lain yang sedang online.  Kebanyakan perusahan mempuyai ruang pers di situsnya sehingga memudahkan wartawan dan editor dalam memperoleh informasi.
Era sosial media telah tiba. Suka tidak suka, mau tak mau, hal ini tentu mempengaruhi cara kerja  praktisi public relations (PR). Banyaknya jejaring sosial itu membuat PR tak lagi hanya berkutat dengan urusan press release yang mengedepankan kaidah bahasa formal. PR mesti dituntut lebih luwes untuk bisa berkomunikasi dengan influencer atau khalayaknya di dunia maya.
Jejaring social seperti facebook, twitter dan foursquare merupakan media yang efektif untuk membangun personal branding maupun corporate branding. Dua hal yang menjadi tugas PR. Masing-masing jejaring social ini memiliki karateristik yang berbeda. Apalagi dibandingkan dengan media konvesional semacam surat kabar ataupun televise/radio. Oleh karena itu, PR tidak cukup hanya dapat mengaplikasikan jejaring social ini tetapi PR juga dituntut meng-up date pengetahuan yang dimiliki.
Up date pengetahuan berarti mengasah kompetensi dalam menghadapi era cyber. PR tak mungkin menolak atau melawan perkembangan ini kalau tidak ingin perusahaannya ditinggalkan. Justru sebaliknya, kehadiran jejaring social dan juga media online harus membuat PR lebih kreatif . Termasuk dalam menentukan pilihan media. Atau juga saat menghadapi complain yang dilakukan pelanggan melalui dunia maya, PR tak lagi bisa hanya dengan melakukan pendekatan konvesional seperti yang dilakukan sebelumnya.
Cyber PR merupakan tantangan dan sekaligus cara baru bagi praktisi public relations masa kini untuk terus  mengexplore kemampuannya. Jadi apakah ingin belajar atau tertinggal? Pilihan itu terletak di tangan Anda.